Dede Irfan Hilmi, WNI yang Disandera Abu Sayyaf adalah Warga Pangandaran >> Salah satu WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina adalah Dede Irfan Hilmi (25), Irfan merupakan warga Dusun Cisempu, Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Dede Irfan Hilmi adalah merupakan alumni Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Tasikmalaya.
Oleh masyarakat Dede Irfan dikenal mempunyai pribadi yang ramah, santun dan taat beribadah, ia adalah tulang punggung keluarga. Irfan Diculik Abu Sayyaf. Menurut penuturan Ono Suharno (47) ayah Irfan, setelah lulus dari pesantren, Irfan lantas melanjutkan sekolah ke Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang. Ia lulus pada 2013. Irfan memilih menjadi seorang pelaut karena keponakan ayahnya merupakan salah satu dosen di balai pendidikan tersebut.
Ono menuturkan, Irfan tidak senang berbicara banyak. Oleh karena itu, dia dikenal pendiam. Namun, tak berarti Irfan mengacuhkan keluarga. Ono mengatakan, Irfan tetap memperhatikan keluarganya.
Buktinya, adik semata wayang Irfan yang menempuh kuliah di Tasikmalaya dibiayai oleh Irfan. “Setiap bulan, kalau gajian kirim untuk adiknya. Untuk orangtua juga,” kata Ono saat ditemui “PR”, di kediamannya, Dusun Cisempu, RT 08 RW 03, Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Selasa (19/4/2016).
Ono menambahkan, Irfan memilih fokus untuk membiayai adiknya dibandingkan menikah terlebih dahulu.
Sebelumnya, pada Jumat (15/4/2016), kapal tugboat yang menarik tongkang bermuatan batu bara dibajak kelompok ektremis Abu Sayyaf. Kapal nahas itu dibajak di perairan perbatasan Negara Malaysia dan Filipina.
Baca artikel :
- Trayek Pangandaran - Cianjur Jalur Pesisir Selatan Jabar Mulai Dihidupkan
- Legenda Cerita Nyai Roro Kidul versi Pajajaran
- Ini Gara-gara Susi, Pemerintah Berencana Menghidupkan Rel Kereta 'Mati' Banjar-Pangandaran
Pada akhir Maret lalu, Kelompok Abu Sayyaf juga menculik 10 Warga Negara Indonesia.
Sumber : wartapriangan.com

Posting Komentar