Politik    Pendidikan    Bisnis    Wisata    Liputan    Olah Raga    Kuliner    Infotaiment   
Home » » Menengok Jejak Bersuci Prabu Siliwangi di Hulu Citarum

Menengok Jejak Bersuci Prabu Siliwangi di Hulu Citarum



Sosok Sri Baduga Maharaja atau lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi begitu dibanggakan masyarakat Jawa Barat. Menjadi Raja Kerajaan Padjadjaran

Kisahnya begitu misterius. Hingga akhir hayatnya, tak ada yang tahu di mana lokasi pasti Prabu Siliwangi dikubur. Banyak mitos yang berkembang mulai dari menghabiskan sisa hidupnya bertapa di Gunung Wayang hingga sosoknya berubah menjadi Harimau putih yang senantiasa menjaga Jawa Barat.


Prabu Siliwangi diceritakan merupakan sosok raja yang amat dicintai rakyatnya. Siliwangi tidak pernah betah hanya berada di dalam istana. Siliwangi berkelana ke segala pelosok Jawa Barat.

Salah satunya konon Prabu Siliwangi yang mudanya lebih dikenal dengan Raden Pemanah Rasa pernah menjejakkan kakinya di sebuah tempat yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya yakni hulu sungai Citarum.

Di tengah-tengah hutan di Kampung Pejaten Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung inilah sumber mata air sungai Citarum berada. Konon Prabu Siliwangi pernah bersuci dengan air yang sangat jernih itu.

Juru pelihara Hulu Sungai Citarum, Atep Permana (38) menunjukkan kepada Republika mata air yang menjadi salah satu jejak Prabu Siliwangi. Atep menceritakan di sebuah kolam kecil yang airnya sangat jernih di sudut Situ Cisanti, Prabu Siliwangi pernah mandi untuk mensucikan diri sebelum pergi ke Gunung Wayang.

“Di masa kerajaan Pajajaran dulu sebelum ke Gunung Wayang, Prabu Siliwangi mandi disini bersuci di mata air Citarum sebelum akan bertapa,” kata Atep kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Sumber mata air asli Sungai Citarum bernama Cikahuripan. Cikahuripan merupakan mata air awal dari enam mata air lainnya di Situ Cisanti
Konon, mata air sungai citarum yang sangat jernih ini menjadi sumber air yang dianggap suci. Oleh karenanya hingga kini petilasan Prabu Siliwangi itu tetap dijaga kelestariannya. Apalagi sumber air tersebut digunakan masyarakat seluruh Jawa Barat.

Meski tak tahu pasti waktu kedatangan Prabu Siliwangi, Atep menyebutkan raja datang bersama jajaran patih kerajaan. Bersuci di tujuh mata air sumber Sungai Citarum yang terdapat di satu lokasi di Situ Cisanti. Salah satunya yang paling awal adalah mata air Cikahuripan namanya.

Di kawasan mata air Cikahuripan ini air kebiruan dan sangat jernih. Disebut Cikahuripan karena dianggap sebagai sumber kehidupan. Disini  tak bisa sembarang mandi karena ada sebuah tatakrama yang harus dilakukan sebelumnya.

Petilasan Prabu Siliwangi ini pun sejak zaman leluhurnya terus dijaga. Tak jarang penduduk melakukan ritual ziarah atau napak tilas jejak Prabu Siliwangi. Masyarakat memanjakan doa kepada Tuhan untuk para leluhur yang telah meninggal.

“Yang datang kesini ziarah, napak tilas mendoakan leluhur yang telah meninggal,” ujarnya.

Menurutnya setiap hari ada orang yang berdoa di petilasan itu. Mengikuti jejak Prabu Siliwangi bersuci dengan mata air Sungai Citarum. Dengan tata cara khusus dan bukan mengharapkan hal yang bertentangan dengan kepercayaan kepada Tuhan.

Napak tilas tersebut diyakininya sebagai bentuk menghormati leluhur. Tidak ada yang menjadikan sebagai tempat keramat meminta kekayaan atau menjadikan musyrik.

Atep terus menjaga patilasan dan sumber mata air itu dalam sebuah lokasi di sudut Situ Cisanti yang dibatasi pagar. Tujuannya agar tetap terjaga kebersihan dari tangan-tangan jahil pengunjung. Serta melestarikan sebuah situs sejarah dari sang Prabu Siliwangi.

Sumber : republika.co.ic

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 DetilNews.Com. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger