Anggota Komisi X DPR RI, Krisna Mukti mengaku kecewa terhadap kawasan wisata Pantai Pangandaran saat ini. Dirinya menganggap kawasan ini kumuh dan kotor.
Lapak-lapak yang pakai tenda itu enggak bagus, kumuh, kayak rumah gembel. Ya, maaf, itu jelek dan busuk, ujar Krisna saat menjadi  pembicara dalam Stakeholder Meeting Program Tata Kelola Destinasi Pariwisata DMO Pangandaran Tahun 2016 di sebuah hotel di Pangandaran, Selasa (31/5/2016) siang.
Seharusnya, ditumbuhkan kesadaran berjualan berbasis pariwisata. Jangan malah menutupi pemandangan ke pantai. Seharusnya para PKL bukan hanya berjualan saja tapi mereka juga harus menjadi aspek wisata. Para PKL selayaknya ikut menjaga keindahan pantai.
” Kita jauh-jauh dari Jakarta, perjalanan sepuluh jam tapi begitu sampai kita disuguhi pantai yang kotor, sampah dan banyak PKL,” sebutnya.
Bahkan, dirinya sampai mengurungkan niat berenang karena merasa jijik dengan kondisi laut Pangandaran yang penuh sampah dan bercampur limbah hotel dan rumah tangga.
“Jika hal ini dibiarkan, jangan harap dapat ditawarkan ke wisatawan mancanegara. Padahal mereka (wisman) lah yang membawa uang banyak. Kalau sekarang apa yang bisa ditawarkan?”pungkasnya.
sumber fokusjabar

Posting Komentar