Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan dan pejabat terkait didesak menyampaikan maaf kepada keluarga dari belasan orang yang tewas saat perjalanan mudik di Brebes, Jawa Tengah.
"Menurut saya pemerintah penting untuk menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa kepada mereka-mereka yang menjadi korban dari kemacetan panjang dan akhirnya mereka meninggal," ujar Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) di kediamannya, Jalan Kemang Selatan Raya, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016).
Sebab, hingga saat ini dia belum mendengar permohonan maaf dari Presiden Jokowi maupun Menhub Ignasius Jonan terkait meninggalnya belasan pemudik tersebut. "Termasuk pihak-pihak yang bertanggung jawab secara langsung terhadap masalah ini, jadi menurut saya penting pemerintah melakukan ini," ungkapnya.
Selain itu, dia menyarankan agar tol Brebes Timur digratiskan saat arus balik Lebaran. Hal itu dianggapnya sebagai salah satu bentuk kompensasi atas peristiwa meninggalnya belasan pemudik tersebut.
"Kalau itu dijadikan kompensasi, itu juga masih belum sebanding. Coba Anda bayangkan kesusahan mereka, termasuk bensin coba aAnda bayangkan, ada yang kehabisan bensin yang disebabkan oleh macet," ungkapnya.
Bahkan, kata dia, ada warga yang menjual bensin eceran dengan harga Rp50 Ribu perliternya. "Satu pihak perlu diapresiasilah, tapi ternyata Anda bisa banyangkan akibat macet dapat merugikan yang sangat banyak, kalau kemudian kalau pemerintah memerintahkan arus balik nanti, tol digratiskan yaitu masih bagian dari empati lah," ucapnya.
HNW menambahkan, persoalan kemacetan di Brebes itu adalah pekerjaan rumah yang serius bagi pemerintah. "Arus balik nanti betul-betul dipikirkan untuk mengurangi kemacetan, jalur alternatif misalnya," pungkasnya.(sindonews)

Posting Komentar