Rejeki, Ajal dan Jodoh ditangan Tuhan. Pepatah ini mungkin yang dialami oleh Milawati Binti Nasruddin, seorang gadis berumur 18 tahun asal Desa Suwa, Camming, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dimana dia bertemu dan dinikahi oleh H. Nasir yang merupakan seorang Kakek berusia 63 tahun.
Milawati yang baru saja tamat sekolah di SMA Negeri 1 Libureng pada tahun 2016 itu mengaku bahwa tidak ada paksaan dari pihak keluarga maupun kedua orang tuanya untuk menerima lamaran pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Bone itu, mengingat usianya terpaut 45 tahun, seperti yang diutarakan oleh Jumahir salah satu kerabat H Nasir, mempelai pria.
"Sebelum menikah, saya sempat bertanya ke Milawati, apakah ada paksaan untuk menikah, karena jangan sampai karena harta dia di paksa menikah, namun dia mengatakan tidak, sehingga dilangsungkan pernikahan itu," Kata Jumahir secara ekslusif kepada Bonepos.com, Selasa 12 Juli 2016.
"Kalau mobilnya itu Toyota Rush, itu mobil untuk digunakan bersama, begitu pula dengan rumah untuk ditempati bersama," jelas Jumahir.
Lebih jauh Jumahir menceritakan, bahwa H Nasir merupakan duda yang ditinggal meninggal oleh Hj. Nursiah, istrinya tepatnya tiga bulan yang lalu. Semasa hidup dengan almarhumah istrinya, H Nasir belum dikaruniai anak.
"Tidak ada anaknya memang, almarhumah istrinya Hj Nursiah meninggal karena sakit, tepatnya tiga bulan yang lalu," ungkapnya lagi.
Sementara itu, Dakhyar Palewa Yunus salah satu pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Libureng, mengatakan, bahwa saat membuat buku nikah pasangan suami istri ini, dirinya sempat kaget dan tak percaya lantaran usia keduanya terpaut sangat jauh. (bonepos)

Posting Komentar