SUARA Imam Hamdi (27) lirih saat melantunkan sejumlah ayat Alquran. Sisa-sisa kantuk masih terlihat di wajahnya. Giliran Imam pun tiba, tukang cukur telah bersiap kembali beraksi. Warga Cipayung, Kota Depok tersebut menutup Alquran dan berjalan gontai menuju kursi. Tak lama berselang, gunting mulai mencukur rambutnya.
Lantunan ayat suci masih terdengar saat tukang cukur tengah beraksi. Soalnya, sejumlah warga lain menunggu giliran dicukur. Sembari menunggu, mereka membacakan Alquran. Demikianlah kegiatan Raihan Pangkas Rambut dan Reflexy di Jalan RTM, Kota Depok, Jumat 10 Juni 2016. Selama Ramadan, pangkas rambut tersebut tak memungut bayaran atas jasanya. Warga yang hendak bercukur cukup membaca Alquran saat mengantri sebagai ganti pembayaran.
"Salah satu terobosan bagus di bulan suci Ramadan," ucap Imam. Selain keuntungan cukur gratis, warga juga bisa menambah pahala dengan membacat ayat suci. Asep Irawan Hidayat (42), pemilik pangkas rambut Raihan mengaku ingin mensyiarkan kebiasaan membaca Alquran kepada warga. "Saya sering melihat di bulan biasa sering terjadi antrian (di pangkas rambut). Alangkah baiknya ketika orang menunggu antrian itu membaca Alquran," ujar Asep. Gagasan tersebut akhir diwujudkan Asep di tempat pangkas rambutnya.
Menurutnya, warga yang ingin bercukur tanpa biaya tinggal mendatangi pangkas rambutnya, pukul 07.00 - 09.00 WIB. "Membaca Alquran tidak ditentukan jumlah dan halamannny, seikhlasnya sampai antrian tiba," ujar Asep. Semakin antrian panjang, pahala pun bertambah karena terus membaca Alquran. Setiap hari, kata Asep, pangkas rambutnya melayani 10 orang yang ingin cukur gratis. Selain kepada warga, Raihan membuka layana serupa bagi santri penghafal Alquran sebuah pesantren di dekatnya.
Asep mengaku menyediakan pula pembimbing bagi warga yang belum lancar membaca Alquran. Dia mengaku tak merasa rugi dengan membuka layanan gratis usaha pangkas rambutnya. "Saya sudah perhitungan, ada biaya promosi yang khusus dialokasika untuk kegiatan Ramadhan," ujar Asep. Alokasi tersebut digunakan untuk membayar dua tukang cukurnya. Dengan membuka cukur gratis di pagi hari, Asep berharap warga terbiasa pula bangun pagi.
"Dengan bangun pagi, Allah sudah menyiapkan rezeki, apalagi ditambah baca Alquran dan saling mendoakan," ujarnya. Lantunan ayat suci seolah tak terhenti di pangkas rambut milik Asep. Warga yang baru datang mengambil Alquran yang berderet di meja. Ayat suci pun kembali mengalun di tengah tukang cukur yang tak berhenti bekerja.
sumber
sumber

Posting Komentar