Politik    Pendidikan    Bisnis    Wisata    Liputan    Olah Raga    Kuliner    Infotaiment   
Home » » Idrus Marham dipercaya Kembali Jadi Sekjen, Sementara Nurdin Halid Menjabat sebagai Ketua Harian

Idrus Marham dipercaya Kembali Jadi Sekjen, Sementara Nurdin Halid Menjabat sebagai Ketua Harian


Setya Novanto yang terpilih jadi Ketua Umum Partai Golkar dini hari tadi langsung menetapkan formatur untuk masa kepengurusan hingga 2019. Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Partai Golkar 2009-2016, kembali terpilih dalam jabatan yang sama.    

Pada formatur itu tercantum nama Robert J. Kardinal sebagai Bendahara Umum dan Nurdin Halid menjabat Ketua Harian.

"Untuk itu dengan rasa hormat mohon izin bahwa formatur akan kerja maksimal 15 hari, mohon seluruh formatur bisa menyiapkan masukan berkaitan dengan usul-usul akan kita perhatikan yang terlibat," kata Novanto dalam penutupan Munaslub di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (17/5/2016).

Novanto tidak ingin dalam kepengurusannya nanti diduduki individu yang hanya mengincar jabatan. Mereka yang dipilih harus bekerja sesuai amanat DPP Partai Golkar. Dia juga memastikan, kepengurusan yang dipimpinnya akan bekerja maksimal hingga tingkat ranting.

"Formatur bisa bekerja betul karena waktunya pendek," kata Setnov.

Dia berharap nantinya seluruh pengurus DPP Golkar merupakan orang-orang yang secara sungguh-sungguh dapat bekerja secara aktif bagi partai. "Karena waktu tiga tahun setengah pendek. Dan sesuai janji saya, saya akan bekerja, setiap hari saya akan datang ke DPD tingkat I dan II," ujar Novanto.

Ketua sidang Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid menambahkan, nantinya setelah kepengurusan rampung, partai akan mengelar rapimas. Dalam Rapimnas yang direncanakan digelar dua pekan lagi, bakal dilantik Ketua Dewan Pembina, Ketua Dewan Kehormatan, dan Ketua Dewan Pakar.

"Pengurus lengkap nanti saat Rapimnas, nanti akan disusun lengkap," ucap Nurdin.

Idrus Marham sebelumnya dipercaya Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar 2009-2014), juga sebagai Sekretaris Jenderal. Idrus merupakan politikus yang terpilih menjadi anggota DPR selama tiga periode sejak 1999 hingga 2014 dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II. Namun pada 2011 dia mundur karena ingin fokus menjabat Sekjen Partai Golkar. 

Lulusan IAIN Alaudin Makassar ini juga sempat menyalonkan diri sebagai ketua umum pada Munaslub 2016. Namun belakangan dia memutuskan mundur. Tak pernah diungkap alasan mundur suami Ridho Ekasari itu. 

Sementara Nurdin Halid adalah kader yang getol berargumen saat Golkar terbelah. Nurdin saat itu ada di kubu Aburizal Bakrie. Pada Munas Bali 2014, Aburizal yang saat itu terpilih secara aklamasi jadi ketua umum menunjuk Nurdin jadi Wakil Ketua Umum. 

Jejak rekam pria yang pernah menjabat Ketua Umum PSSI ini tercoreng saat terseret kasus penyelundupan gula impor ilegal dan dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng.

Nurdin juga dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam pada 2005. Dalam kasus itu dia dihukum dua tahun enam bulan penjara.   

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 DetilNews.Com. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger