Serangan rudal pemberontak Houthi Yaman terhadap Saudi ini merupakan yang pertama kali dalam beberapa minggu setelah gencatan senjata antara pemberontak dan Pemerintah Yaman rusak.
Serangan rudal jarak jauh ke wilayah Saudi itu dilaporkan stasiun televisi Al-Masirahyang pro-Houthi, pada hari Senin.
Sementara itu, militer Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang dilansir Al Arabiya, Selasa (31/5/2016) mengkonfirmasi bahwa beberapa rudal telah menghantam wilayah Jizan. Namun, serangan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka.
Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai di Yaman sejatinya telah disepakati mulai 10 April 2016. Namun, gencatan senjata itu rusak yang ditandai dengan pelanggaran dari kedua belah pihak.
Konflik di Yaman melibatkan pemberontak Houthi dan pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh dengan pasukan Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional.
Koalisi Arab Siap Balas
Saudi dan sekutu Teluk-nya membela pasukan Presiden Hadi yang meminta perlindungan ke Riyadh. Ribuan orang tewas dalam konflik Yaman dan banyak warga di negara itu kehilangan tempat tinggal.
Pasukan Koalisi Arab mengumumkan akan mempertimbangkan kembali kebijakan menahan diri untuk menyerang kelompok Houthi, pasca kelompok tersebut menyerang Arab Saudi dengan rudal jarak jauh.
Dalam pernyataannya, Koalisi Arab menyatakan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan Arab Saudi. Ini adalah serangan rudal yang kedua kalinya setelah sebelumnya pada 9 Mei lalu, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (31/5/2016).
Pasukan koalisi juga menyatakan, dengan menembakkan rudal jarak jauh, kelompok Houthi dan pasukan yang setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh berniat untuk melanggar gencatan senjata.
"Mereka ingin membatalkan upaya masyarakat internasional untuk membuat dialog perdamaian di Kuwait sukses. Ini juga mencerminkan ketidakmampuan koalisi untuk berinteraksi secara positif dan menanggapi upaya yang dilakukan oleh aliansi dan masyarakat internasional guna mengakhiri pertumpahan darah bangsa Yaman, tetangga kami," bunyi pernyataan itu.
Sebelumnya, Pemberontak Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal jarak jauh ke wilayah Jizan, Arab Saudi, yang dekat dengan perbatasan Yaman. Namun, serangan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka.
sumber sindow

Posting Komentar